Berdasarkan informasi yang dihimpun keterangan awal saksi dan aparat, kecelakaan terjadi saat seorang sopir mobil MBG diduga keliru menginjak pedal gas ketika hendak memarkir kendaraan. Mobil kemudian melaju cepat, menabrak pagar sekolah hingga roboh, lalu menghantam barisan siswa dan guru.
Petugas di lokasi menyebutkan, beberapa siswa sempat terkapar dan sebagian lainnya berada di bawah kolong mobil sebelum berhasil dievakuasi. Pihak kepolisian telah mengamankan sopir untuk menjalani pemeriksaan mendalam guna memastikan apakah kecelakaan murni disebabkan kelalaian, kondisi kendaraan, atau faktor lainnya.
Kejadian terjadi pada Pukul
06.48 WIB: Guru mulai menyiapkan barisan pembiasaan literasi, siswa mulai membaca.
06.51 WIB: Mobil MBG menerobos area sekolah, menabrak pagar dan menghantam barisan siswa.
07.10 WIB: Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Cilincing dan Puskesmas Cilincing II. Sopir berhasil diamankan aparat.
Data Korban Luka
Dirawat di Puskesmas Cilincing II:
1. Aditya Pradipta (3C)
2. Maulana Aufar (5B)
Dirawat di RSUD Cilincing:
Salsabila (3C), Ahmad Faizan (2C), Bagus (1B), Khanza (3D), Dian (3B), Anisa (3D), Surya (3D), Dita (3C), Hafiiz (3B), Weren (3B), Nabil (3D), Alvaro (3D), Lilo (4B), Rey (3C), Hafiz (1A), Yuda (3C), Ray Firmansyah (3C).
Total korban: 19 siswa.
Tindakan Penanganan
Pihak sekolah bersama aparat gabungan dari Polsek Cilincing dan Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan langkah cepat, antara lain:
1. Mengevakuasi seluruh korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
2. Mengamankan lokasi kejadian untuk penyelidikan.
3. Mengamankan sopir mobil MBG.
4. Mendata dan mengidentifikasi seluruh korban.
5. Berkoordinasi dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, serta instansi terkait.
Penyelidikan Berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir serta memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi. Kondisi beberapa korban dilaporkan mengalami luka sedang hingga berat, sementara pihak keluarga dan pihak sekolah masih menunggu informasi perkembangan dari tenaga medis.
(Red/Anton)


